Pelayanan Persidangan
  1. Pemanggilan para pihak dapat dilakukan dengan cara pemanggilan para pihak oleh Petugas Pengadilan agar masuk ke ruang sidang untuk pemeriksaan perkara berdasarkan  sistem antrian; atau pemanggilan  para pihak oleh Petugas Pengadilan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dari jam 9.00-12.00 dan sesi siang dari jam 13.00-16.00. Pemeriksaan perkara dilakukan berdasarkan sistem antrian.
  2. Sidang Pengadilan dimulai  pada  jam  9.00.  Dalam  hal  sidang  tertunda pelaksanaannya, maka pengadilan akan memberikan informasi mengenai alasan penundaan kepada para pencari keadilan maupun masyarakat umum.
  3. Pengadilan wajib mengumumkan jadwal sidang kepada masyarakat pada papan pengumuman, situs resmi pengadilan dan media lainnya yang mudah dilihat masyarakat.
  4. Pengadilan  wajib  menyediakan  juru  bahasa  atau  penerjemah  untuk membantu pencari keadilan yang tidak memahami bahasa Indonesia atau memiliki kebutuhan khusus   untuk   mengikuti   jalannya   persidangan.   Untuk  mendapatkan   layanan tersebut, masyarakat dapat mengajukan Surat Permohonan  yang ditujukan kepada Ketua  Majelis  Hakim  sebelum  hari  sidang  dimulai;  atau  dapat  mengajukannya secara lisan di hadapan Majelis Hakim.
  5. Pengadilan   wajib   memutus   dan   termasuk   melakukan   pemberkasan  (minutasi) perkara pada Pengadilan Tingkat Pertama dalam jangka waktu maksimal 6 (enam) bulan terhitung sejak perkara didaftarkan.
  6. Pencari keadilan dan masyarakat berhak memperoleh informasi dari pengadilan mengenai perkembangan  terakhir dari permohonan  atau perkaranya  melalui meja informasi, situs pengadilan atau media informasi lainnya.
Open chat