Festival Budaya Tua Buton 2016

Pemerintah Kabupaten Buton kembali menggelar Festival Budaya Tua Buton 2016. Pusat pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan di Takawa Desa Dongkala, Pasarwajo. Takawa sendiri merupakan pusat pemerintahan kabupaten Buton. Semua instansi kedinasan termasuk kantor Bupati Buton berada dalam satu kawasan yakni Takawa.

Festival Budaya Tua Buton 2016 yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus ini mengangkat tema “Melestarikan Budaya Masa Lampau, Membangun Masa Depan”. Festival Budaya Tua Buton tahun ini akan memertunjukkan budaya Buton yakni Tarian Kolosal 10.000 penari, Tandaki, dan Kande-Kandea. Selain pertunjukkan budaya, akan diadakan lomba seperti lomba tarian tradisional, lagu daerah, musik jalanan, dan Kabanti. Semua pertunjukkan dan lomba merupakan adat dan budaya Buton tempo dulu yang mulai kehilangan “penggemarnya”. Diharapkan melalui kegiatan ini, budaya Buton akan kembali digemari para pemuda Buton sehingga kelestariannya tetap terjaga di kehidupan akan datang. TARIAN KOLOSAL Pada penyelenggaraan Festival Budaya Tua Buton tahun ini akan memertunjukkan empat jenis tarian dengan jumlah penari sebanyak 10.000 penari yang melibatkan seluruh pelajar yang ada di kabupaten Buton yakni siswa dan siswi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Keempat jenis tarian tersebut adalah Ponare, Potimbe, Bosu, dan Lumense. Ponare: Tarian ini akan dimainkan oleh pelajar siswa SD. Tarian ini menggunakan Tombak dan Tameng sebagai propertinya. Tarian ini mengandung makna bahwa para pemuda Buton merupakan pemuda yang gagah berani, tanggung jawab, pekerja keras, dan berani membela kebenaran.
Potimbe: tarian ini akan dimainkan siswa SMP. Potimbe memiliki kesamaan dengan Ponare dalam hal properti yang digunakan dan makna yang terkandung dalam tarian ini. Perbedaannya hanya terletak pada gerakkan tariannya saja. Ponare dan Potimbe akan dimainkan dalam waktu yang bersamaan.

Tari Ponare
Tarian ini akan dimainkan siswa SD
Tari Potimbe
Tarian ini akan dimainkan siswa SMP
Tari Bosu
Tarian ini akan dimainkan oleh siswi SD dan Siswi SMP.
Tarian Lumense
Tarian ini akan dimainkan oleh siswa-siswi SMA secara berpasang-pasangan.
Kande-kandea
Kande-Kandea akan disajikan 2000 talang yang berisikan makanan khas Buton.

Bosu: Bosu dalam bahasa Buton berarti wadah yang digunakan untuk mengambil air. Tarian ini akan dimainkan oleh siswi SD dan Siswi SMP. Tarian ini mengandung makna bahwa wanita Buton merupakan wanita yang ramah, rajin, anggun, dan cantik. Hal ini dapat dilihat dari gerakkan tarian itu sendiri. Bosu dan selendang adalah properti yang digunakan dalam tarian ini.

Lumense: tarian ini akan dimainkan oleh siswa-siswi SMA secara berpasang-pasangan. Tarian ini mengisyaratkan bahwa seluruh warga Buton mulai dari Kecamatan Kapontori hingga Kecamatan Wabula adalah bersaudara. Tarian ini juga dimaksudkan agar seluruh warga Kabupaten Buton hendaknya bersatu dalam membela kebenaran, menjaga silaturahmi, dan menghindari pertikaian antar warga.

Sehari sebelum puncak pelaksanaan kegiatan Festival Budaya Tua Buton 2016, tepatnya tanggal 23 Agustus akan diadakan tradisi Adat Kande-Kandea dan Tandaki. Dalam bahasa setempat, Kande-Kandea artinya makan bersama. Kande-Kandea akan disajikan 2000 talang yang berisikan makanan khas Buton. Setiap instansi kedinasan, desa, dan sekolah wajib membawa talang. Nantinya talang tersebut akan didoakan oleh sesepuh adat, baru kemudian dimakan bersama-sama. Tandaki merupakan sunatan masal. Di Festival Budaya Tua Buton akan dilaksanakan sunatan masal sebanyak 500 anak.

Festival Budaya Tua Buton akan disiarkan secara live oleh stasiun televisi MetroTV. Sebagai penutup rangkaian Festival Budaya Tua Buton akan diadakan konser musik artis ibukota. Silakan berkunjung ke Buton (Prov. Sulawesi Tenggara) untuk melihat langsung acara Festival Budaya Tua Buton. Bolimo Karo Somanamo Lipu. Salam.
Sumber : http://www.kompasiana.com/

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat