Buton Tengah Negeri 1000 GOA

Setiap kali matahari terbit dari ufuk timur, maka bumi Buton Tengah seakan bermandikan cahaya keemasan. Dari Wamengkoli hingga Mawasangka, dari Talaga Raya hingga Lakudo, semua orang bergegas mengisi hari dengan makna. Bumi Buton Tengah laksana surga yang membentang. Inilah bumi yang dipenuhi keajaiban. Lautan biru yang kaya dengan hasil laut, tanah-tanah subur, perbukitan yang penuh tanaman, hingga telaga-telaga jernih yang menjadi destinasi wisata.

Tak disangkal memang, tak banyak yang mengenal persis di mana posisi Buton Tengah. Kabupaten ini memang baru saja terbentuk sebagai pemekaran dari Kabupaten Buton. Wilayahnya terdiri atas tujuh kecamatan yakni Sangia Wambulu, Lakudo, Gu, Mawasangka Timur, Mawasangka Tengah, Mawasangka, dan Talaga Raya. Semua wilayah ini telah sepakat berikrar untuk membentuk wilayah baru dan saling menopang demi masa depan yang gemilang. Ibarat bunga, Buton Tengah baru saja mekar merona. Semuanya masih serba baru. Akan tetapi, ada spirit kuat yang tumbuh dari sanubari masyarakat dan telah lama menjadi mercusuar nilai-nilai. Bahkan di masa kini, semangat untuk bangkit dan mengisi hari dengan kemajuan telah menjadi tekad bersama. Spirit kuat itu dibumikan oleh hasrat untuk menciptakan sebuah perubahan.

Benar, kata Bupati Buton Tengah, Ir. H. Abdul Mansur Amila, M.TP, bahwa semua perubahan besar selalu dimulai dari satu langkah kaki. Harapan untuk membumikan semua cita, selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana. Filosofi ini selalu bisa ditemukan di semua tempat yang sedang menumbuhkan harapan baru. Semangat ini bisa dirasakan di Buton Tengah.

gua gumananoDi masa pemerintahan Ir. H. Abdul Mansur Amila, M.TP, Buton Tengah mengusung slogan: BERAMAL JARIAH, yang merupakan akronim dari Bersih, Religius, Aman, Maju, Arif dan Lestari, Jalan Teraspal, Ruang yang Indah, Asri, dan Harmonis. Slogan ini menggambarkan optimisme serta menunjukkan karakter yang sesungguhnya dari pemerintah dan masyarakat.

Karakter utama masyarakat Buton Tengah adalah pekerja keras. Mereka sukses di lapangan bisnis dan berbagai sektor ekonomi dikarenakan spirit bekerja yang terus dipupuk secara bersama-sama. Mereka bisa mengolah kekayaan alamnya, lalu memasarkannya ke mana-mana. Makanya, pembangunan Buton Tengah akan  didesain dengan mengikuti karakter masyarakat yang terus bergerak dan mengejar kesejahteraan.  Semangat wirausaha, bekerja keras, dan belajar bersama ini lalu diwujudkan dalam seluruh elemen gerak pembangunan.

Selain kerja keras, karakter masyarakat Buton Tengah adalah masyarakat yang suka menjelajah. Mereka masih memelihara spirit tradisi maritim. Banyak di antara mereka adalah para nelayan yang tangguh. Mereka memiliki kemampuan navigasi yang merupakan warisan dari leluhur dan selama beberapa abad telah menjadi pengetahuan yang memandu penjelajahan mereka ke lautan. Para nelayan dan pelaut tangguh asal Buton Tengah tersebar di banyak lokasi di tanah air. Mereka menyebarkan semangat kebaharian hingga kawasan timur Nusantara, memperkaya peradaban dengan semangat untuk memberi makna bagi orang lain, lalu memberikan kontribusi penting, di manapun mereka berada.

Satu ciri yang juga bisa ditemukan di wilayah ini adalah religiusitas yang sangat kental. Buton Tengah adalah negerinya para alim ulama. Di manapun mereka pindah dan berdomisili, maka masjid akan menjadi tempat memulai aktivitas. Masjid menjadi fokus penting untuk menata perekonomian demi menemukan spirit berusaha dan bekerja. Masjid menjadi simbolisasi dari masyarakat religius yang mengisi hari-harinya dengan beribadah dan bekerja. Hingga kini, masjid menjadi sarana yang paling mudah ditemukan di Buton Tengah. Uniknya, kebanyakan masjid di wilayah ini dibangun secara swadaya sehingga melibatkan partisipasi yang tinggi dari seluruh warga. Karakter religius ini juga tengah dikuatkan oleh pemerintah.

gua gumanano aSejauh ini, potensi daerah yang sedemikian kaya telah lama memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Seluruh potensi, baik yang ada di atas bumi, di dalam bumi, hingga di lautan-lautan dan pesisir Buton Tengah tengah menanti sentuhan perubahan untuk dikemas menjadi energi pendorong kemajuan. Barangkali, hanya di Buton Tengah, kita bisa menemukan satu wilayah yang bentang alamnya sangat lengkap serta bisa memberikan banyak nilai tambah. Tak hanya laut biru, pulau-pulau, pegunungan, dan lembah, di sini juga terdapat tanah-tanah yang di dalamnya terdapat banyak mineral bumi yang bisa memberikan manfaat. Tanah-tanah subur itu menumbuhkan berbagai tanaman yang bernilai tinggi. Sejak masa silam, wilayah ini telah dikenal sebagai penghasil jambu mente yang produknya telah lama menembus pasar Eropa dan Amerika. Di sini, pula ditemukan jati dengan kualitas unggul, jagung, serta tanaman hortikultura. Semua tanaman itu telah lama memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Buton Tengah.

Tantangan yang dihadapi Buton Tengah saat ini adalah bagaimana bisa memaksimalkan semua potensi, serta bagaimana bisa memaksimalkan pembangunan yang diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat
banyak. Dimensi manusia inilah yang menjadi esensi dari pembangunan. Dari sedemikian banyak potensi daerah yang hendak dikembangkan, terdapat tujuh sektor unggulan berkibar. Ketujuh sektor itu adalah pertanian & perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan, industri rumah tangga, dan perikanan, pariwisata, dan pertambangan.

sumber : http://www.pemda-buteng.com/

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat